Mencari Penanda

Kaupun mengaduh,
lantas memberikan telunjukmu pada sebidang gambaran lelah.

Aduh, terlambat !
Batas murung di hadapanmu terburu menjadi peta besar yang nanti akan kau arungi sendiri.Dalam sepi yang hebat.

: tidakkah matamu melihat perahu kayumu karam sebelum menyambangi tepi ?

Catat saja ,
untuk lupa yang menubuh dan memunggungi kepastian rencana.

Satu persatu kalimat sengaja menghilang.
Mengasingkan diri.
Disini,
persis menempatkan titik dimana surga dan neraka berjumpa.
Di lempengan batu besar bernama dada.
Tempat terakhir ingatanmu menyempatkan diri berkunjung untuk meditasi.

- kakang Subali , kini goa kiskenda telah membias temaramnya, kemana lagi mesti kita perebutkan hadiah begawan : Cupumanik Astagina -

seloraya B21 , kembangkanthil malam ini mengingatkanku pada wajah kera milik Anjani.

Tidak ada komentar: