Mengutip Sapardi

dan  adam  turun  di  hutan-hutan
mengabur  dalam  dongengan
dan  kita  tiba-tiba  di  sini
tengadah  ke  langit:  kosong  sepi...

(Sapardi  Djoko  Damono, Jarak)
15  september, Grand  Opening  Warung  Gurami  Cobek  Ciburuy --

Saya  seperti  sedang  bertaruh  sampai  kapan  saya  bertahan  kemudian,  jatuh.

MURAL



kota ini tak bisa mencium aroma obat dan jamu yang khusus diramu untuk merawat daerah kewanitaanmu. dimana kerikil, cuilan kulit kepiting, bungkus-bungkus permen memutuskan berpindah dan terdampar. kau sanggup mengangkang setabah istri yang mengejan demi melahirkan pintu-pintu dan jendela baru yang dipupuk jilatan cemburu.

aku akan pergi ke punggungku lagi, menemukanmu lagi dan rumah-rumah yang membelah diri susah dijumlah dengan segenap perasaan bersalah. tiap kali menemuimu, aku kelewat takjub menyaksikan ada yang retak di tanganmu saat melipat kaus kaki panjang yang jengah bermukim di landai lantai sepatuku.

9 September 2013

hari  ini  ayah  kita  berulang  tahun,
kau  tak  ingin  mengucapkan  beberapa  kata  lewat  telepon  kepada  lelaki  tua  bertas  persegi  panjang  kecil  yang kucal  itu?

BELAJAR BERTARUNG


sengilu  seseorang   yang  mesti berterima  kasih  kepada  kesedihan  dengan cara terus  mengutuk  diri mengenakan  wajah  murung,  kau   rekatkan  namaku ke  jantung sambil  terus memegang keyakinan; kesalahan tak lain  mata  pelajaran yang  akan  kita   petik  dengan  cara  memanjat ubun-ubun kita sendiri.

kau  pancing keberanian  yang  lama tenggelam  di  dasar  diriku.  dan  inilah  semu  wadagku-- bangkai    seperangkat  benda-benda  yang  tak  bisa  tegak. potongan-potongan  bekas  hidup  yang  dipenuhi masalah-masalah, masa silam  yang  oleh  limpahan  air bah  sebuah  alkisah  pernah  diluluh  tenggelamkan.