ULUL: Dongeng kecil untuk si kecil (Ulul Azmi)

        Kak, malam ini Ulul kepengin di dongengin lagi , tapi jangan tentang peri yang tiap malam keluar dari sebuah tungku api.ceritanya kurang menggigit ah, kali ini cariin cerita yang lebih berwarna dong, yang warna warni nya hampir sama dengan sewadah agar agar kenyal dan mengkilap yang Ulul beli tadi pagi. Warna yang ranum menggelitik hidung plus uang jajan.


lho , habisnya Ulul minta dongeng apa sih?


Ya,pokoknya.Pokoknya cerita.
Asal ceritanya jangan lagi dimulai dengan kata Alkisah, atau pada suatu hari, atau, atau em , sohibul hikayat.Boring tauuu'. . .


Ooo... ,memang kenapa Ulul engga pengin denger dongeng kayak gitu ? Basi ya ?


Iyaaalah kak , masak di madrasah teman teman Ulul selalu mamerin dongeng yang segar kayak sayuran dikeluarin dari kulkas, sementara giliran Ulul bercerita mereka pasti deh �;
-sepatu perinya akhirnya diumpetin di atas tungku kan ? Tata bilang gitu.
-paman petani yang berbadan gendut akhirnya menghadiahi anak angkatnya sebuah cermin ajaib bukan ? si zaki nambahin.
Uhh. . . , mereka telah diluar kepala menjilati alur dongengku kak.
Harusnya kan. . . .


( aku tertawa , tapi kukulum dalam rak hati yang sengaja kupasang gembok , kuncinya aku lupa naruh dimana )

next :. . . .Lanjutin besok aja ah

Tidak ada komentar: