URUTAN CEMBURU IBUKU YANG MASIH BISA KAU ACAK

1.
ia memikirkan senapan. duduk.
membiarkan kepicikan seperti rambut
yang disisir. kelak, yang meledak
dalam jantung ayahku bukan lagi
sepotong cerita busuk tentang
kampung-kampung.


2.
lampu (kau bisa mengira ini perumpamaan
dari rasa marah atau benci) dinyalakan.
dimatikan. dinyalakan. ia hadiahi ragu-ragu
dan jarinya sendiri dengan gigitan.


3.
siapa berani membengkokkan pepatah,
habis manis dibuang sepah. ayahku menangis.
tak mampu meringkihkan dirinya
jadi lebih kerdil dan pengecut

DIA PUNYA IDA

: Penyair Chairil

Kutundukkan kata-kataku sendiri
di antara gerimis dan para penjenguk
yang tak pernah sangsi
serpih lelatu yang mengotori
jariku,adalah inti kesunyian
yang tak mungkin dengan gegabah
dipermainkan.

Kau pulanglah dulu merangkum yang penting.
Kita terlampau payah berunding

Barangkali dia mengejekku.