1 desember

dengan bandana hitam di kepala.
dengan rasa berkabung menunduk ke sebidang hampa.
Perempuan itu masuk ke halaman bukuku yang belum sempat tejilid melewati
mata kekasihnya.
berharap bisa mencecap sekulum akhir pekan di sebuah taman.

aku melihat ia bercakap seperti ini :
mas,
apa cintamu melebihi luka di tubuhku ?

kekasihnya diam, memeluk dari belakang.
kita tak perlu pertannyaan itu.
nanti, kau akan tahu.
ketika pagi mengeluarkan bayi dari pohon rahimmu,
dan embun yang merayap di pucuk daunya
adalah airmata pertama dari anak kita
yang sedang mulai belajar tertawa.

mereka lantas percaya.
bahwa masih ada sisa harapan yang kemarin belum tertuntaskan.

seperti halnya, aku.
mereka masih harus mengisi kekosongan halaman halaman buku.


*** **** ***

untuk mereka yang tubuhnya penuh luka :
di sini masih ada cinta.
(peduli AIDS, bukan cuma di desember)



Tidak ada komentar: