Kepada

Kepada lalu :
hai ,
aku tak punya niat meninggalkan, karena kurasa ingatanku juga enggan.
Almari dipenuhi Baju baju murung,
dan waktu mendekam di bulat tempurung.


Kepada kini :
kakiku berjalan melampaui nyaris,
meski kadang ujung ini sering berbatasan dengan urung.
Cekung dan mendung.
Ayaya,
rasa sakit ternyata selalu saja jauh lebih menang.
Tanda tanya.
Tanda koma.
Tanda apa lagi ?

Perjalanan dari selalu ke selalu.
Berlari dari ah ke ah,
berjatuh dari aduh ke aduh.

Selalu ada bangun,
selalu tersenyum.


Kepada nanti :
pasti ada disana,
lapang yang nanti akan menjadi doa tegapku berdiri.
Sejauh mata.

Tidak ada komentar: