kerlip

kulihat satu lagi kerlip itu,
kerlip yang sering diam-diam ku temui di ujung gang.
kerlip yang sering mengajakku merandai melewati terowongan.

dan dia,
merakitkanku dua pasang badai
menempelkanya pada punggungku.

sepasang sebagai keyakinan,
sepasang lagi sebagai kemungkinan.




Tidak ada komentar: