cerita seplastik arumanis : dari dia.

di area parkir sekolahan.

Tahu- tahu dia ada di depanku.
mambawa seplastik lumayan besar berisi mangga.
arumanis mungkin saja.

tapi heran, bahkan saat menyerahkanyapun.
dia menunduk.
entah ragu entah malu aku tak tahu.

dia cuma sekilas tersenyum,
kemudian buru-buru bilang, untukmu !
kemudian berlalu. selintas saja.
sekerdipan mata.

lho.
aku tak sempat bertanya.
maksudnya apa.


sebelum tiba tiba dia datang lagi dengan konfirmasi.
lewat sebuah pesan pendek :


Yip,
itu mangga titipan dari ibu, ibuku.
kemaren di rumah panen dua pohon.

Lho.
lho kedua maksudnya.
kok bisa sampai ibumu ?
perasaan aku tak pernah bertemu.
(....?),
aku membalasnya seperti itu.


tidit, tidit.
hi hi.
iya, aku cerita banyak tentang kamu ke ibu.
dan itu , titipan darinya, buat kamu !
di terima dengan senyum ya,...


ooooo,....
makasih ya, nitip salam buat ibumu yang baik hati.


pesan itu kuakhiri dengan rona cengar cengir.


* hari ini mendung, tapi perasaan kok cerah banget ya ?*
hem, namanya juga perasaan.

Tidak ada komentar: