Malam midodari

Seperti rukmini.

Seperti bunga bunga yang di jahit di dadamu.
meluapkan gempitanya malam ini.
Takdir yang tiba tiba menempel dipelupukmu,
Dan ia meluruh sediam diam narayana.
kutulis semua sempit dalam jerit mirip puisi.
Tapi ia membaca dan memahami jadi sebuah pertunjukkan sonata.

Lalu tekanan di permukaan kakiku tak sanggup lagi untuk memulai di selasar yang sama.
Di perih yang setia menjaga.

Aku pendakian yang selalu urung ,kerap patah dan serkah.

Bahkan malam ini.

Seperti rukmini.

Tidak ada komentar: