SEPENGGAL BUSTAMAN



akhirnya aku sampai  di sejarah tanganmu
yang lama mengelabui pandanganku.
anak-anak kecil  berlarian meninggalkan diri mereka,
mencari  daun pintu  di antara gambar-gambar
yang  memeras  masa lalu kotamu

kita jadi kian merasa terdampar, mulut kita
perlintasan bagi  aib orang-orang
yang tersaruk  memanggul
  kenyataan

dinyalakanlah kembang api, meski kepada kita
subuh belum  begitu dekat.
namun kita memang butuh  lebih dari 77  malam  tirakat





2 komentar:

Arthiriono mengatakan...

istimewaaaa.... :)

Arif Fitra Kurniawan mengatakan...

sampai rumah, tau tau, pingin nulis Bustaman ini ee mass,