Tuhan, ku ketuk lagi

ku ketuk lagi,
karena ku kukira tak ada engkau dirumah,
dan aku merasa ada yang pura pura tuli.

aku kesepian, Tuhan.
kedinginan.


ketika tengah hari hujan,
kau berkata demi masa,
maka tembok beragam cat itu roboh.
kedukaan dan tangisan.
pundi amal yang menjadi tempayan airmata.
selang infus.
kereta dorong.
wisata bencana.

kau sedang bercanda atau murka,
aku tak tahu.
kau sedang mengingatkan atau menghakimi,
aku tak tahu.
kau sedang batuk atau bersendawa,
aku tak tahu.

maafkan aku,
jadi enggan berdoa padamu.
lupa bagaimana caranya.
lebih memilih berteriak sekeras mungkin
di depan rumahmu mirip si gila.

tak terdengar juga ya suaraku ?

Tidak ada komentar: