SEEKOR IKAN BESI


aku ikan besi dalam tidurmu yang lelah memeluk dinding danau. yang tak mungkin kau pancing atau kau ringkus dengan jaring. geligiku gergaji bagi mahkluk lain--keperkasaan tak terampuni.

semahir pertapa yang sengaja menusuk kelopak mata sendiri demi mendapatkan penglihatan murni, kau celupkan kelingkingmu sambil terus merangkak berharap bisa menemukan rangkaian kekeliruan di pangkal ekorku.


bayangan rumah serta remah-remah wajahmu aku pahami sebagai akhir dari dunia. kau menjauh membawa apa saja selain cuaca murung yang terlanjur terperangkap tak bisa keluar dari cakar seekor kucing.

(2014)

Tidak ada komentar: