ASING

MALL  telah  membusukkan  musim dingin
yang menggumpal di segigil es krim.
musim dingin yang mudah mengelupas dari lutut
anak-anak kecil yang berlari-lari
di dekat patung boneka-berambut merah menyala-
yang memilih mengekalkan senyumannya

; sebab cara terbaik tak lekas dewasa
adalah dengan sering-sering berpura-pura

aku beruntung  dan berterimakasih kepada
kesepian yang telah berbaik hati menyediakan
tempat duduknya meski cuma cukup memuat aku
dan ingatanku. di sini aku menunggu yang pernah
berkelebat menghampar, agar  kakimu  berjalan
mengampiri aku yang beku  dicengkeram
oleh apa-apa yang kumetaforakan dalam puisi ini;

pandangan milik orang-orang naik turun dari elevator,
sepatu-sepatu yang engkau bilang begitu norak dan
girang warnanya, atasan baju kerja, tas mewah yang sengaja
di pajang dalam sangkar, atau aneka gaun yang serba lebar
yang mencerdaskanmu dalam membuat
pertanyaan atau pernyataan  yang sedemikian sukar
untuk lekas  aku tentukan manakah yang benar.

semisal,
tas itu, sama sepinya seperti aku kau ya [?]

- januari 2011 -

Tidak ada komentar: