UBUD WRITERS AND READERS FESTIVAL 2012 DALAM SEBUAH CATATAN (1)



-Among the top six literary festival in the world-- Harper’s Bizzare UK
-One Of The world’s Great Book Festival--Conde Nast  Travel and Leisure
-The Best Art event 2006-- The Beat Magazine

        Adalah sebuah festival, yang konon telah dibaiat menjadi salah satu dari enam festival literasi terbaik di dunia. Diikuti oleh para penyair, prosais, pihak penerbitan, pemikir, seniman dari bermacam latar belakang  dan lintas disiplin, pembaca, penikmat literasi dari tak kurang 25 negara di dunia. Sebuah Festival yang  tepatnya pada tahun 2004  kali pertama oleh Janet De Nefee digagas sebagai  respon kultural dari  bom Bali. Dan tahun ini sudah yang kesembilan kalinya Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) dilaksanakan. Tiap Tahun, Uwrf selalu mengangkat tema yang berbeda, untuk tahun ini  tema besar yang diambil  adalah Bumi Manusia,  diangkat dari buku-buku Pramoedya Ananta Toer. 
Janet De Nefee



Suasana pembukaan UWRF 2012 di pure dalem

KEPADA AGNES MONICA




KEPADA AGNES MONICA

yang bersijingkat dari punggung kemudian ke panggung,
kerlap-kerlip lampu sorot menyalakan semua terowongan
milik jalan-jalan disana yang betah mengecup rambutmu
sepanjang tahun agar  tak pernah berwarna hitam sebelum
mengucap selamat jalan;
kepada kekasih.

kutipan

kasihan kita ini, datang kemana saja terus kehilangan pribadi -- [H.B Jassin]

MALAM-MALAM AYAH

tiap malam ayah saya mencuci dirinya. jam dinding persis di atasnya memberinya deterjen. ayah sudah cukup lama beriman kepada kebersihan, mengabdikan diri kepada yang berbuih. ia tinggalkan dirinya yang tergeletak kesepian.  dirinya ternyata ruang kosong yang tidak mau dihuni. 

: jendela, jendela yang menyamping, pisau di tangannya sudah tidak bisa mengingat waktu. tidak bisa mengingat kapan dirinya lahir untuk mengiris.

keluarga ayah kini putaran kipas angin, televisi yang tidak bisa dikecilkan suaranya, rak piring, dan sebuah penanak nasi elektronik.

BIOSKOP 1985



aku menyimpanmu sebagaimana separuh lagu-lagu
menyimpan gerak  dan tarian yang hidup
di tanah  lapang  tempat  pertaruhan
kita pernah liar saling  menerkam dan berkejaran

ratusan orang  kemudian  menghambur  membawa  timpang
jirigen  mereka yang kosong. mereka  yang  ternyata cuma bisa
jadi latar  dari suara sopranmu

sungguh, di kegelapan, kesedihan tak bisa dipanggil kesedihan.

mereka serahkan pusarku,  potongan sari dari sebagian
punggunggku yang terbuka. tiap  malam  minggu  mereka
tukar  bagian  tubuhku  yang paling berbahaya.

kubiarkan kota dan tahun 1985  meminjamkan  kebisingannya
memperjelas yang curam yang lembab yang amis dari

KAU TERUS BERLARI DIKEJAR BAB DEMI BAB INI

: Timun Emas


- Tak ada yang lebih raksasa dari kaki mimpiku
yang berkeras untuk terus memburu ribuan senyap sayap
kupu-kupu yang  berterbangan menuju kebun matamu
mata yang ditumbuhi barangkali demi barangkali,
yang membuat jejak perih ketika aku menyibak
rimbunan jarum demi mencari seruas jerami

- Tiba-tiba jalan menjadi tak begitu penting,
ketika bagiku engkau  tujuan dari apa yang
disebut orang-orang yang tersesat oleh persimpangan
sebagai  kekalahan.

- Satu-satunya cara melawan kesedihan adalah tertawa,
satu-satunya perihal yang mampu melengkapi kebahagian
adalah airmata
.
itu kubisikkan pada mataku sendiri berulangkali,
sebab tanpa keduanya 

YAMUNA


demi abad-abad  yang mesti kita panjat  untuk mengembalikan arus ke sungai  muasal  dongeng-dongeng  tertambat, agar  kita diluapi keinginan kita sendiri.  semata-mata  agar  kita tampak  basah. kemudian engkau tahu, durgandini; kucipta lenganku dari petalan  kayu yang patah dari bau amismu.

ikan-ikan merindukan caramu mengatasi kesedihan. mereka berdoa dan berenang-renang  ingin engkau jadi benih yang akan mereka renungkan kembali. mereka mencintai rambut airmatamu, yang merambat  seolah-olah ingin menjelma jembatan bagi seseorang yang diusir dari  ingatan. yang kemana-mana selalu dituduh sebagai pesakitan.

aku, akulah yang masih  menjadi pinggir. salah  menghitung bahwa musim kering  semestinya  dimulai dari jari kelingking. bukan dari jantung angin.  maka mudah bagi  garis tangan kita  menguapkan pertemuan di yamuna. pusaran yang begitu paham bentuk ciuman gaib kita.

(maret 2012)

TABIAT PEMANJAT


sudah engkau ukur cita-citaku
: jatuh
sementara kau bidik sendiri biji dan buah
rahasiamu yang di malam dingin
ingin aku unduh

sungguh alamatmu yang licin, bagi cakar
perjalananku yang tumpul dalam memilin
kelewat menjulang engkau menaruh
berupa-rupa tebing.aku menabrak
arah buntu tak bisa berpaling

(maret  2013)