Tampilkan postingan dengan label Ping dan kisah ajaibnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ping dan kisah ajaibnya. Tampilkan semua postingan

Ping : romantisme Fla

Hujan dini hari, Ping.

saat aku diam-diam menyerahkan diri

jadi kaca jendela yang tak lagi persegi

yang akhirnya malah sedikit sedikit terkikis lapuk,

coklat tanah warnanya

warna renta yang mulai susah menghitung memperkirakan jumlah

ingatan arah yang pernah ku kendalikan jadikan keping,

demi memungut langkahmu lenguh sepatumu yang kian pergi,

meninggalkan runtun suaraku tersedu di pojok ruang tamu

dan hidup ping,

memberi penggalan jarak pada keperkasaan tepi.

seakan menyembunyikan kebijaksanaan di balik jubahnya yang ajaib langit,

jubah pannjang mahaluas bergambar berhiaskan kupu-kupu sementara kakinya sedang hingap di pucuk bayangan daun sebuah pohon paprika trembesi

Keelokkan kecantikan yang membingungkan,

namun selalu meminta tangan

untuk cepat-cepat membungkusnya dengan kemauan.

Ping, hujan dini hari ini,

Mengirimkan, mencurahkanmenurunkan rintiknya perasaan sepinya

ke persimpangan, jengkal demi jengkal jalan di tubuhku yang lantas basah menggelisah.

Seperti akan menyambungkan rasa pahit

antara lembar gelambir epidermis

dengan tanda tanya tanda paling tanya.

Mustahil kan ping,

Kita merasa kehilangan dan menemukan

Dalam waktu yang bersamaan ? ? ?

Hujan,

Kutulis pesan ini,

Dalam basah,

Dalam pasrah,

Dalam ketidaktahuan bagaimana cara mendesah.

Semoga pesan ini sampai padamu, Ping.

Aku rindu.

--fla--

Ping : Once upon a time in the sky . .

Senja merabun kena bias warna kuning sendu dari barat tepi garis bukit sana. Jalan setapak nampilin pesona persis larik-larik kue lapis legit. menggoda hasrat kembara untuk tetap meneruskan lukisan tipografinya : petualangan jiwa.
Dan jejak-jejak itu, tergesa gesa menyeruak rumput yang tingginya hampir setengah bagian dari pohon pisang dewasa, rumput liar yang selalu bergoyang menahan godaan silir angin. Mengungkap tanya pada apa aja yang bakal terjadi hari ini.
sebuah paruh lumayan panjang sedari tadi manyun berayun ayun di atas ranting kecil pohon kapas. kapas yang jatuh ngingetin jatuhnya bulir-bulir salju di negara-negara empat musim. demikianlah narasi semi romantis ini menempel pada sore yang sebentar lagi nutup pintunya. Dan mata pemilik paruh yang renta itu terus mengamati kemana arah jejak jejak tadi masuk, menyembul keluar lagi, menelusup dia antara rerimbun, sesekali gerakan berhentinya sekedar menahan napas, melakukan pertukaran udara.

Yang ini harus kena. dia berdoa. air liur menetes melewati paruh dan jatuh ke tanah. perutnya amat lapar sampai tak bisa mengontrol suasana. kakinya gemetar, dan saat itupun tepat baginya untuk mengepak sayap, ngumpulin energi yang masih tersembunyi, energi penghabisan,
trakk. kreesss.
ketika dengan mantapnya cengkeraman itu membawa sesuatu ke ketinggian. sorak sorai dalam hatinya, akhirnya bisa makan hari ini !!


"oiiii, lepasin gua, oiiii, lepasin, lepasin,....."
hah, suara combreng itu ngga asing lagi ! ! yap !
itu suara si Ping,....
begitu semangat campur tegang campur takut ia meronta dan teriak membabibuta, emosinya naik turun dalam ketinggian seperti ini.

"oiii, mahkluk budeeeeg, lepasin guaaaaaa, gua mau turun niiiiihhhh,"

yang di teriaki malah tambah tinggi ngepakin sayap, capitan paruh membuat tubuh ping kesulitan bergerak, dan ,
brrr,.. ia dan yang mencengkeram melayang- layag di kerayaan angkasa, memberi corak pada secarik langit. tapi Ping udah ngga peduli tentang langit dan pemandangan eksotis di bawah sana, matanya ia pejamkan berkali-kali.
Ping ngerasa mau muntah, high phobia jelasnya. kepalanya di dera pusing.napasnya udah ngga karuan, terbesit dalam ketidak berdayaan dalam otaknya muncul kepasrahan, mungkin inilah akhir hariku menyaksikan sore di dunia...

tau- tau ia udah ada di tempat teduh, sekelilingnya lembab, namun hangat, ternyata sebuah sarang.
huh, lega. Ping ngira suasana kayak tadi adalah visualisasi alam lain. alam, hisab, alam akhirat. ia timpuk pipinya sendiri.
horeeee, gua masih idup. masih selamat.

Ping celingukan.
penasaran, kemana gerangan mahkluk berparuh tadi menghilang.
kaetakutan itu mencengkeramnya lagi. arome kental kematian. huff, si paruh tadi pasti akan memangsaku. lemas seluruh otot-otot Ping.
kreekkkk,
suara mendadak dari luar iru sontak membuat Ping melonjak, kaki pegasnya reflek dan menghentak yang terpijak, tau tau nangkring di sebuah cekungan dari kegelapan.kakinya mendapati cekungan lubangbatang pohon. Matanya seperti melihat monster.

" Selamat sore kisanak,..."

benar benar suara yang bertolak belakang dengan penampilan, antiklimaks. wajah dengan paruh pisau itu mengeluarkan suara nan aduhai lembut. sebagian wajahnya nyaris menyinggung tubuh ping.

"Eng, eng , ya, ya, eng se, se, lamat sore, bung, eh, bang, eh, bing.
terus terang Ping jadi gagap tanpa sebab yang jelas.
Lo, Lo ssii, siapa ?
Lo bermaksud njadiin gua santapan pendamping minum teh bu, bukan hah ? gua kasih tau, daging gua getas, ngga bakal menuhin porsi asupan gizimu, la la gian, gua kurus."

Ping mencoba nyari celah. Huh, tapi percuma Ping, ini, bukan cerita kancil dan Buaya, dan kancil selalu lolos dari celaka. ini realitamu Ping. dan si paruh mendekat, mengendus-endus tubuh Ping. Ping yang jengah akhirnya pasrah.

"Baiklah, baiklah Tuan pemangsa, jika ini emang takdir gua, ini ending gua, plisss, gua siap, meski setengah terpaksa, silahkan nikmati tiap sobekan daging gua, potongan tulang gua. gua nyerah, gua siap jadi pelengkap rantai makanan Lo....
cuma gua pengen manggil siapa yang dapet kehormatan mencincang daging gua, gua pengen berjabat tangan dan ngenalin diri."

Ping beneran njulurin sebelah tanganya, kali ini berani itu seketika muncul, dan wajah monster-monster ketakutan yang tadi menycengkeram bahu Ping itu justru malah jadi kurcaci, kecil banget. aneh, justru di puncak rasa takut, seekor katak malah berubah jadi berani.

"nama gua, Ping. katak ksatria dari negeri sekapur sirih.
Lo Tuan ini, siapa gerangan ?"

nada senyap lagi-lagi terasa.dingin terkena angin ketinggian.

"Perkenalkan, nama saya Noy.
Noy.
bangau pejantan dari ras pengelana Ergreta Grazeta. dari suku yang hampir tercerai berai karena gelombang migrasi besar-besaran.
kau bisa memanggilku

Noy Grazeta ,..."

Ping mendekat, melangkahkan kakinya dengan khidmat, dengan keberanianya menghadapi apapun sebagai pejantan. Pikirnya , lahir jadi kstria, besar sebagai ksatria, matipun selayaknya begitu.

"baiklah, Lo mau mangsa tubuh Gua dari mana :
Tuan Noy grazeta. . . ?


10 novpember 2009. ==============================================================================================





ungkapan terimakasih untuk respon positif atas The Ping Stories. dan ini , Noy Grazeta saya hadiahkan teruntuk asasayang, yang saking semangatnya ngasih acuan, noy mesti seekor bangau, blekok. keyssyarah yang sambil cengar-cengir nyaranin Noy mesti semanis dirinya..., duniauchi, untuk saran paling gila , saya selalu bersemangat gila kalo inget itu. adearin, tak ketinggalan nengmetty yang masabodoh. raniuswah yang mulai banyak ketawa, hi hi hi. juga teman teman baru yang hadir , ada mezoe, elok4,aisyajameela,dan nama-nama cakep yang masih hangat sampai saya belum sempat mengingat susunan hurufnya.
selamat datang, selamat menikmati kebersamaan disini . . .

dan inilah tokoh baru kita : Noy.

gambar diambil dari sini




Ping : melanjutkan cerita . . .

Ping hilang ! Ping hilang !
tulisanya besar besar ngalahin tajuk rencana tentang proyek kapital empat puluh hari, di harian Flora&Fauna edisi kali ini. menjadi daftar satwa hilang yang paling di cari !

Heran, mungkin saking semangatnya pengen pulang dia jadi benar benar kehilangan arah menuju tempat muasal, sakit beberapa waktu lalu di identifikasikan sebagai penyebab ini semua. Lho kok bisa ?

lha memang kemana kok sampe ilang ? harusnya kan ada Fla ?Fla di mana ? bukanya Fla bilang akan njemput ping bareng teman-teman ?

Huh, tau sendiri, Fla, semenjak kejadian
Snapkissing dibawah siluet pagi-pagi kala itu , sekarang malah
ngga nampak lagi, grogi atau jadi demam atau gimana ngga tau deeh. Fla, yang mungkin kita kira sableng itu ternyata juga punya kemaluan juga,. . .

cuma ada sedikit konfirmasi darinya, Fla pengen ngumpet dulu untuk sementara, dia belum siap ketemu ama Ping.


Huah, gimana sih ping, Gimana juga ah si Fla, pake acara ilang segala, pake acara ngumpet segala, cerita jadi kehilangan episode niih,..
jangan arogan gitu dong pak wisanggeni, main sandera aja ma si tokoh cerita, apa perlu kami demo nih, biar pak wisang sedikit berpikir, jadi penulis jangan sak enak udhele gitu,..., profesional sedikit dong ! lagian kisah si ping di tunggu kahalayak ramai, rating juga paling ngga udah ada,...masak mau di akhiri dengan cara kayak gini.....

pokoknya, kami minta jalan cerita Ping di bikin lagi, di sambung lagi !


tiba tiba hape berjingkat sms masuk :
ini juga sedang dibikin, jadi tolong jangan demo dulu ya..

masuk lagi sms :
saya sedang mau bikin tokoh baru, tapi bingung, namanya Noy.
bisa bantu ngga kasih masukan karakter Noy, pantesnya dia jadi apa. jadi jangan cuma bisa protes.

tidit tidit :
rencana nanti Noy ini yang akan jadi penghubung plot kisah Ping selanjutnya.
buruan masukin masukanya ya.sipp deh.

enaknya gimana niiiih.....,
semua jadi berbisik bisik, iiiihhh,
semua lagi spaneng mikirin pakaian yang paling tepat buat embrio tokoh kita
: Noy !










Ping : Pagi terakhir bersama Fla

Sepanjang jalan koridor ini serba putih. Disamping kanan pot- pot kecil, kuncup melati berwarna putih, tapi ranumnya belum sesemerbak geliat eu de cologne, masih soft, tawar mirip tapioka. Dan,hei, lihat. Matahari juga putih meski berbaur dengan warna silau keemasan, kehangatanya berusaha memeluk siapa saja.

Ping merapikan baju hangatnya, melilitkan kembali syal yang tergerai. di temani Fla, mereka menjadi sepasang liontin yang bekelip, menduduki kursi panjang yang menghadang cahaya di depan halaman pavilliun.

Lo udah siap Ping ?

kali ini entah kenapa suara Fla kalem, terdengar begitu homy , setan mana yang berminat ngerasuki Fla yang kita kenal berurat tomboi, cablaka. kadang malah hiper agresif, yang jelas kali ini ia bener-bener elegan, matching ama warna yang ditampilkan alam.


Ping, waktu Lo dirawat, temen-temen pada nanyain Lo, mereka pada antusias ngasih support, Gile, gua ampe kedodoran mesti mengkonfirmasiin keberadaan Lo,
malah ada

temen Lo yang kirim surat, kirim bunga, kirim doa, ada yang dari negeri jiran, negeri Paman sam, ampe di bela-belain kirim doa, and just amazing, kayaknya mereka deket bangeeeeet ma Lo,
Ping tatapanya magis, melototin apa aja yang ia bisa tangkap, uh, hampir satu minggu bangsal bangsal ini, merayunya agar ia berkenan menjadi gila.

Sekarang gua tau Fla ,....

Fla menggigit kuku kukunya sendiri, jangankan Ping, semua juga tau, sebagaimana halnya nengmetty, asasayang, ahxu, lazzengan, adearin, ydiani, raniuswah, keyssarah, aisyajameela, larass, duabadai, duniauchi, dan sekian juta nama nama yang terlahir di dunia,
mempunyai pengetahuan yang sama tentang rasa sakit Ping. sekronis apapun kesakitan rasa sakit, ia harus menemukan obatnya.


Fla, matanya leleh, yin dalam dadanya tumpah, ia jadi feminim.


Ping, gua cuma pengen Lo tau ping, nyatuin dari suara temen-temen. Cahaya ntu ada Ping, adaaaaaa. Please deh, percaya ama gua. cuma kadang kita yang sengaja menutupinya, kita yang sembunyi dan menghindar darinya.

Ciamik.

suara Fla bener bener ramuan kata kata yang ditimbang
sesuai porsi. menerobos,mendesak, membersihkan segala sumpalan kerak di telinga ping yang kadang memang budeg. bertelinga tapi ngga digunain sesuai fungsinya, cuma tulang pipih yang rentan, tanpa kekuatan buat merespon kedatangan bunyi. Amit-amit.


Fla, sepekan ini gua ga berdaya, gua ngerti apa yang Lo pikirin, apa yang temen-temen cemasin. kayak mbak Asa yang Lo bacain suratnya kemaren, lukaku mesti numbuhin lagi jejaring benang fibrinogen, biar ngga ngilu, terus kata nengmetty, gua sendiri yang mesti nentuin , mo diapain sakit sebesar mahameru ntu.
Fla, gua sharingin ke Lo, berhari hari gua ngalamin sendiri apa ntu halusinasi tingkat tinggi, gua ketakutan Fla, gua ngigau tiap malem, Lo tau ga, gimana sakitnya ngelawan kejang kejang dari rasa putus asa,ngelawan kematian yang kayak datang lebih awal, di kamar, ampir tiap malem gua mesti nggerak-gerakkin tangan, kaki, mulut, tulang ekor, kepala. Gua juga mati-matian Fla berperang dengan diri sendiri, gua juga ga mo terpuruk,...
kalo kemarin gua bilang sakit, gua bilang lagi luka, gua bilang gua nangis, ntu semata mata karena gua ga pengen pura pura nyembunyiin keboongan ke Lo.
jangankan Ksatria Fla, Mahapatihpun punya hak kan bikin ruang khusus buat berduka ?

Fla bergetar demi mendengar Ping yang memuntahkan segala kepenatanya selama ini. ya, Ping ada benernya, setegar apapun, sekuat apapun, suatu ketika tiap diri pasti dapat jatah berada di titik yang Ping alamin. wajahnya aja kali yang mungkin berbeda-beda.
ah, kalau sudah begini, Fla kepingin banget pelukin si ping, ngeyakinin, kalo dunia ini masih dihuni mahkluk mahluk yang bisa di percaya dan mempercayainya. Pengin baget memintanya agar segera kembali ke jalan cerita, mengisi kekosongan tempat yang dikangenin tiap mulut riang yang memanggili namanya.


Fla mengusap mata pake sapu tangan.
Ga tau kenapa Ping berdiri, ngrentangin dua tangan , memunggungi muka matahari, dan bayanganya jadi panjang menutupi sebagian bangku juga Fla.

Ping, ngapain Lo ?

sengaja Fla, biar kita tau bedanya diri yang kena cahaya matahari ama yang engga ntu kayak apa ...

Fla ga tahan ama keadaan ini, ia ikut berdiri , menatap lekat lekuk wajah Ping yang seminggu ini pucat, membaca segala hal disana. baginya Ping adalah ilmu.
dan, aaah.
di balik silhuet matahari pagi, Fla tau tau ngecup kening Ping. Dua detik yang menyenangkan.menggetarkan.

Ping, gua sayang ma Lo.
temen-teman juga sayang ama Lo.
Dunia ngarepin kembalinya Ksatria.

fla berjalan dengan senyum, ninggalin Ping yang jadi kaku ga bisa berbuat apa-apa,
padahal ia cuma pengen bilang, terimakasih buat ketulusan yang ga di buat-buat.
besok ia udah di ijinin pulang. Dan itu artinya,...

ah, Fla.





semua tampak putih, putih yang berkelip kelip.indah banget




( eh Ping, besok perlu ada penyambutan pake tarian hula-hula ga,.....)
--Fla--







Ping : ada apa dengan mereka

Ping menyentuh bahuku, menebarkan lirikan ajaibnya, mendikteku untuk mengamati sesuatu,

Fla, lo liat deh dua anak kecil itu, asyik bener ya kayaknya mereka.

Awalnya aku tak apa paham apa yang ia maksud, tapi setelah kutetapkan fokus pada obyek yang ia tunjuk, aku berdeham. Ya, siang itu kami nangkring di dahan pohon jambu
cangkokan, di taman sekolah, menyaksikan sepasang anak kecil berseragam kotak-kotak duduk berhadapan di ayunan, satu anak lelaki satu lagi perempuan, ih lucu jepet kura-kuranya. paling mereka sedang menunggu jemputan.

eh, ping, tapi kayaknya something happen deh, Lo liat, tajamkan mata Lo,
kayaknya mereka lagi ngambek-ngambekkan, deh.

Ping nyaris saja tergelincir kelewat bertenaga ngeluarin biji matanya, hup, sigap kutarik
kakinya, sekaran dia malah berposisi mirip kelelawar, nungsang, kepalanya manggut manggut dari bawah.

alaaaah, sok toy Lo Fla, siapa tau aja si gadis kecil emang lagi sakit gusi ato gi ngga moody buat ngomong, bisa kan ?

berdeham lagi,

eh tapi liat Ping, dari tadi tu bocah yang laki ceriwis, kayaknya dia gi berusaha meng
hibur, nyanyiin twinkle twinkle little stars, duduk lagi, si gadis berjepet tetep diam, dia berdiri lagi, belagak kayak pantomim.ngajakin ngomong, ngga digubris, si gadis kecilnya
tetep keukeuh diem sambil megangin erat botol minumananya, si bocah ngga habis akal kayaknya, berlari ke kanan, menggoyang ayunan, berlari kekiri menggoyang ayunan, bulir-bulir keringat mulai menetes satu demi satu.bulir bulir melengkapi jidatnya,
ujung hidungnya, telinganya, juga bagian depan tpinya yang bertuliskan Tut Wuri Handayani. si gadis tak bergeming.

yuuuk deketin mereka yuuuk Fla, gua jadi penasaraaaaaan,....
tiba-tiba Ping meloncat dari dahan ini, melewati ranting, dan dua pot besar tanaman palem.
Piiiinggg, tungguin gua doooongggg !
terengah aku mencapainya, kami jadi mirip lomba lari lompat galah.

ada yang lo tangkap lagi Ping, dari lensa mata mikroskopikmu ?
kali ini aku setengah mengejek. tapi sial Ping malah tersenyum anggun.

So beautiful Fla, ngeliat mereka. natural banget.
maksud Lo ?

ya, Lo liat sendiri kan, dari tadi malah kita bareng-bareng ngeliatnya.
mungkin kita bisa belajar bagaimana cara menyayangi.
Tema -nya asmara ya ?
Ngga melulu. Ping mulai berkhotbah deh.

gua tau jadinya, kayak si bocah itu, ia berusaha sekuat tenaga untuk menghibur
si jepet kura-kura,melompat, berdendang, ayun sana, ayun sini, ampe dia ngga peduliin
keringetnya sendiri, ampe dia ngga peduliin, bahwa keringat yang berlebih keluar
bisa berakibat dehidrasi.

Lho emang apa yang terjadi ama si gadis mungil ?
Ngga tau.
haduh Ping,....

ya, tadi sempet gua denger aja dia bilang gini.

Mea cepet maem, nanti sakit, dari tadi balum maem apa apa kan, diem terus.
di suapin juga ngga mau. Tom mesti gimana lagi. Ngomong, Mea kepingin jajan apa,
nanti biar pake uang Tom dulu, kalo memang bekal Tom ngga cocok buat Mea.mea
kepingin susu kotak ?

akhirnya , karena si jepet diam Tom berinisiatif membelikanya susu kotak. sebelum
nya dia bilang lagi,
ya sudah, kalo kamu memang maunya diem, Tom juga ngga bisa apa apa,
bekal ini juga ngga mungkin Tom paksa suapkan buat Mea, Tom taruh sini ya, nanti
kalo Mea lapar, boleh di icipin, dihabisin juga boleh.
meski dahaga, panas, keringat telah jadi adonan yang padu, si tom tersenyum riang.
lucu, nggemesin.


aku, terhenyak , membayangkan Tom berengkarnasi jadi katak pejantan yang kelak
di hadiahkan Tuhan untuk menemuiku di taman ini.

Ping, menurut Lo, mampukah Tom membuat gadis mungilnya tertawa ?

Ya ngga tau, dalam diri manusia , ini yang kubaca di sobekan koran rubrik psikologi
minggu kemarin, ada dua unsur yang selalu berdampingan, satu sama laen. satu di sebut persona, satu lagi disebut Self..
Wow !

aku melongo.

yang persona adalah sisi dimana manusia seperti mengenakan topeng, lalu terbentuklah perlakuan eksternal. pendiam, pemalas, pekerja keras, baik hati dan banyak lagi, itu tercipta dari keadaan lingkungan.
yang satu lagi Self, ini yang dalam bahasa manusia disebut nurani, bentuknya sepaerti berlian, serupa cahaya, dan ia ada.

Kelamaan Ping, intinya, korelasinya ama Tom and mea ?

dasar katak ga sabaran...,
ya jadi itu juga tergantung, besok-besok ,saat persona itu perlahan menurun kadarnya, dan si jepet kura kura menyadari kalo self, cahaya, The diamond, itu ada,
topeng kemurungan itu akan mengelupas dengan sendirinya.

dia ngga bakal semurung ini Fla.
nama-nama kepribadian yang di pengaruhi.

Tapi dia butuh berapa lama Ping ?

ping sewot.
Lo nanya ke gua ?
Perlukah buat Lo sekerjap mata ato sepuluh purnama ?

ya bukanya gitu Ping, Gua sangsi ama daya tahan si Tom,....
Bukanya tiap mahluk dibatasi garis quantum,
berusaha mati-matian, sampai suatu saat baru nyadar, kalo di depanya tembok tebel
dan hal kecil yang cuma bisa dilakuin adalah angkat tangan ?

Ping, sekali lagi berdeham.menertawakan dirinya sendiri.
Sudah ah, Pulang yuuk,
berdoa aja, buat para pejuang dan yang di perjuangin.

kayak gua, yang selalu dan selalu memperjuangin ngerebut hati Lo tapi selalu
Lo tolak, he he he

Piiiiiiiiing........!
dasaaaaar katak penggombaaaaaaal ,
awas Gua kejar Lo.

Ayaya,.... Catch me if you can Fla !

kami berkejar-kejaran lagi siang itu mengelilingi taman.

image di pinjam dari sini









Ping : Halaman putih milik Fla

Fla masih saja asyik membolak-balik lembar-lembar kertas putih itu,
ketika ping tiba-tiba keluar dari pintu dapur membawa dua potong sandwich di atas
piring persegi panjang.
Aroma mayonaisnya mengental di hidung.
"Nyarap dulu Fla , buat ganjal perut sebelum aktifitas".
Jam tujuh baru lewat lima belas, udara mulai menghangat, kaca jendela
di dekat fla putih silver, terbias matahari.
"aku heran ping, kenapa buku ini tau tau jadi putih semua halamanya ya ?".
seperti biasa jawaban Ping ngga pernah nyambung,
"emm, ya mungkin aja coretan coretannya udah di hapus malaikat, ini kan lebaran,
waktu yang paling pas buat memutihkan diri" .
Fla ketawa crispy, deret giginya miji timun , ping cuma melirik, senyumnya penuh jebakan. Dasar katak aneh.
"hah, yang bener aja Lo, masak coretan yang sebanyaknya gitu, di buat selama
satu tahun langsung bersih dalam satu hari? gila aja Lo Ping".
"ya, orang hukumnya emang udah gitu, Lo keberatan kalo Tuhan ngasih pengampunan
ma dosa-dosa, kesalahan Lo yang ampe kayak daki mengerak itu, lantas tumbuh keluar
dalam bentuk yang seger, putih, kenyal ?".
"mau Ping, iiih mauu bangeeet". Fla menghabiskan lepotan daun seladanya.
Lha terus ping, sekarang setelah diputihin gini, gua mesti ngapain nih ma ini halaman?".
"ya itu terserah Lo, mau Lo jaga tetep putih atau mau di corat coret, hidup itu asyik kan ?".
"yaaaah, berarti bikin dosa lagi dong! kalau Lo pribadi gimana ?"
"what ? ya gua sih mending penuhin segala sesuatunya dengan karya, entah
itu bakal memperindah halaman atau malah memperjelek nuansa estetikanya".
hah, kok malah gitu sih ? dasar katak gila ....,
Fla ketawa lagi, meski ia telah mengenali teman yang satu ini, tetap saja celotehnya
kadang excited.
"ya, daripada jadi putih tapi ngga ngelakuin apa-apa ? lagian gua kan katak, jadi ga
gitu gitu amat mikirin reward and punishment....
haduh udah jam delapan, gua tinggal dulu Fla, ada undangan halal bihalal di tempatnya Si Pina Koala. Ntar kalau masih laper di dapur ada sisa dua potong apel".ping menghilang di telan pintu.

Fla kurang menggubris kata- kata terakhir Ping, ia masih terlena memegang bukunya,di tulis, enggak. di tulis, enggak. mulutnya memainkan bolpoint warna hitam.
Berusaha memutuskan sesuatu.
Matahari cerah hari ini.

gambar dipinjam dari sini