Tampilkan postingan dengan label SAJAK TERJEMAHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAJAK TERJEMAHAN. Tampilkan semua postingan

I REMEMBER AS YOU WERE—PABLO NERUDA*


Aku mengenangmu sebagaimana kau menghuni musim rontok terakhir.
Kau topi kelabu  dan masih saja  menjadi jantungku.
Lewat sepasang matamu pijar petang (aram-temaram) menyala.
Dan daun-daun menjatuhkan diri ke jiwamu yang digenangi ricik air

Rengkuhan tanganku seutas tanaman merangkak yang
daun-daunnya berkeras mengumpulkan suaramu. Kedap--pelan, serta damai.
Dahaga yang terus-terusan membakar api unggun kekagumanku.
Bakung biru yang memilin-milin semesta jiwaku.

4 SAJAK EDGAR ALLAN POE* YANG SAYA TERJEMAHKAN BEBAS



Salah satu  yang  saya  lakukan  untuk  bersenang-senang  ketika  liburan  adalah  membaca  sajak-sajak  (berbahasa) asing. Kadang  di tengah  membaca  tersebut  timbul  keinginan  untuk  menuliskannya  dalam  bahasa  Indonesia. Tidak  bermaksud  apa-apa,  selain  ingin  membuat kan  “komunikasi  intim”  bagi  diri  saya  sendiri  kepada  sajak milik  orang-orang  asing  dan  sebaliknya.  Dan  titik  jarak  antara  membaca karya-karya  mereka  dengan  aktivitas  menuliskanya  dalam  bahasa  Indonesia  menjadi  bentangan  sebuah  tempat  yang  menyenangkan. Sebuah  tamasya  bahasa.  Liburan  (baca:  tidak  berangkat  kerja  ke  kafe)  kali  ini  saya  pergunakan   untuk  bertamasya  menelusuri  rawa-rawa, surga,  pantai—laut—bukit—teka-teki   dari  sajak-sajak  Edgar  Allan  Poe.  Ada empat  buah  sajak  yang  saya  terjemahkan  bebas  di  blog  ini.  selamat  menikmati.  


Impromptu - To Kate Carol

Ketika  dari  mutiara  pikiran kau  aku  ubah
Menjadi  utuh  bulatan-bulatan,  hati  kau  bermadah,
Mustahil  aku  tahu  mana  lebih   tinggi  dari   dua  hal ini –
Kilau  pikiran paling  sa—dar ,  atau kilau  mata kekasih  paling  da—sar

[Edgar Allan Poe]



Enigma
Sebutan  paling  bangsawan   dalam  perumpamaan
Yang  bekas  tangannya  tak  mungkin  ditawar oleh  hitungan
Seorang  moralis  yang  memiliki  muka  sopan
Pikirannya  pemajang   palung  ilmu  pengetahuan ;
Penyair  sabar  berlidah  kata-kata  asing
(ini  kita  tahu  dari  cara  dia    menyanyikan  lagu-lagu)
Kecerdasan  dari  seorang  penyair  liris  namun  tak  diakui
Dalam keterpurukan  dan  kejayaaan  abad-abad usia  kita
Ia   pangeran  yang  menguasai keserasian  dan  kegaduhan
Penulis  lakon  kuno  sebuah  kemasyuran
Penyair   yang  mampu  mewarnai  tangan  angan-angan
Dan  ia  yang  lagu-lagunya  mampu mengembalikan  waktu
Sekali  lagi  menjadi sebuah  ingatan kesedihan  purba

DUA TERJEMAHAN SAJAK ALLEN GINSBERG*



A  Supermarket  in  California

Pikiran-pikiran  apa  yang  mesti   kupunyai  tentang  dirimu  malam  ini, Walt  Whitman, agar  aku  melangkah  turun  ke  arah  jalan  ke  bawah  pepohonan  membawa  perih  kepala  sendiri—tengadah  ke  arah  bulatan bulan
Diantara  letih  laparku, dan  keinginan berbelanja,  aku  masuki  supermarket berlampu  neon  yang  menjual  buah-buahan,  memimpikan  dirimu  dan  seluruh  perhitunganmu!
Betapa  peach dan  penumbranya!  Malam  ini seluruh  keluarga  berbelanja! Lorongnya dipenuhi  para  suami!  Para  istri  di antara  alpukat  dan  bayi-bayi  di antara  buah  tomat!  --- dan  kau, Garcia  Lorca,   apa  yang   engkau  perbuat dengan  semangka-semangka  itu? Aku  melihatmu,  Walt  Whitman, kekanakan, pendobrak tua  yang  kesepian, mencungkil-cungkil  daging  dalam  kulkas dan mencoba  menarik  simpati   lelaki-lelaki  remaja  penjaga  toko. Kudengar  kau  menanyai   salah  seorang  dari  mereka; siapa  membunuh babi-babi  ini? Berapa  harga  pisang-pisangnya? Apakah  kamu  malaikatku?
Aku  menyelinap  masuk dan  keluar  diantara   kerumunan  pengikut-pengikutmu  yang  brilian,  dan  merasa  diikuti  oleh  seorang  detektif  dalam  imajinasi.
Bersama-sama kita  bergegas  melewati  koridor  terbuka  dalam  angan-angan  asing,  kita   mencicipi  sayur mayur , kerasukan   makanan-makanan  beku, dan  tak pernah menjumpai  si  kasir.  Sedang  kemanakah  kita  sebenarnya,  Walt  Whitman?  Pintunya  akan  tertutup  satu  jam  lagi.  Jalan  mana  yang  jenggotmu  pilih?
( aku  sentuh  bukumu  dan mimpi-mimpi  oddissey  milik kita  di  supermarket  kemudian  merasa absurd)
Akankah  kita  berjalan  sepanjang  malam  melewati  jalan  yang  sunyi?  Pohon-pohon  menambahkan kepada  kita  bayangan,  menyorotkan  cahaya di  dalam  rumah. Kita  akan  begitu  sepi.

TERJEMAHAN BEBAS SAJAK FEDERICO GARCIA LORCA



Gacela of the Dark Death

Aku  ingin  menidurkan  mimpi buah-buah  apel
mengambilnya  dari  seluruh  makam
Aku  ingin  menidurkan mimpi   anak  kecil
yang  ingin  mengiris  jantungnya  di  muka  laut

Tak ingin  aku   mendengar lagi bahwasanya kematian 
tidak menghilangkan darah  mereka, menjadikan
busuk mulut  mereka menganga kepada air untuk  meminta-minta .
Tak  ingin  aku  belajar   cara  menganiaya  rumput
atau   mencaci  maki  bulan  dengan bahasa mulut  kasar
milik  para  buruh  yang  berangkat  menjelang   fajar

Untuk  sementara  waktu  biarkan  aku  lelap,
sebentar  saja,  semenit,  seabad;

TERJEMAHAN BEBAS SAYA PADA BEBERAPA SAJAK JAMES JOYCE*



Rain Has Fallen All the Day

Hujan  jatuh  sepanjang siang
O menderas  diantara  pepohonan
Daun-daunnya  rontok  dari kenangan

Yang  tersisa cuma sempitnya jalan
Dari  ingatan yang  akan kita tinggalkan
Kemari, cintaku, kemari
Agar  hatimu  bisa  aku bisiki.
     James Joyce

All Day I Hear the Noise of Waters

Sepanjang  hari  aku mendengar  kemerisik  air
membuat  lenguhan,
Sesedih  burung-burung  laut  ketika
pergi menyerahkan diri mereka  kepada kesepian
untuk mendengar angin mendesau ke  air
yang suaranya  melulu  mengalir

Angin yang kelabu,  angin dingin  yang mengikuti
Kemana  diriku pergi membawa kaki
Aku  mendengar  ribuan  kemerisik air
Jauh di dasar
Sepanjang  siang, sepanjang malam,
aku terus mendengarnya  berkecipakan.

James Joyce


Ecce Puer

Dari  gelap  masa lampau
Seorang  anak kecil lahir

TERJEMAHAN BEBAS SAYA PADA BEBEBERAPA SAJAK ALLEN GINSBERG*



Five A.M.
Elan  yang meninggalkan  diriku di awang-awang
Di  ruang murni, tak berwaktu, kekal
Bernapas mengubah  ke dalam kata-kata
Mengubah  kembali  jadi  napas
Dalam  seratus -- - dua ratus  tahun
Nyaris  kekal,  26  abad  milik Sappho
Dari  irama  napas—bentangan  waktu, jam-jaam,  kekuasaan, tubuh-tubuh, mobil-mobil,
Kereta tempur,  roket- kapal-kapal-  gedung pencakar langit, dinding  istana negara, kelereng,
Benda-benda seni suku incha,
pikiran--, darimanakah  semua itu berasal?
Angan-angan? Renungan  menawarkan  napas  untukmu? Tuhan?
Nah, ingkari itu,  kau cuma  akan di perangkap  lengan  surga dan neraka-- -
itu membuat  jantung  berdetak  kencang  sepanjang malam.
Membanjiri  pikiran dengan ruang, gaung  kota-kota masa depan.
Megapolitan atau  dusun kecil,  goa  Lassithi  tempat  kelahiran  Zeus—Otsego,
Peternakan,  Kansas.
Sebuah  pertolongan  Buddha,  yang tak menjanjikan sorga—
Kopi, alkohol, kokain,  marijuana, gas tertawa?
Bukan, terlalu  berat  untuk  cahaya  ini  meninggalkan otak
Menuju  langit  biru.
Di  sebuah subuh bulan mei ketika  burung-burung  mulai  berkicau
Di  East  12th Street—
Dari manakah  semua itu datang, kemanakah  semua itu  pergi untuk selamanya?

Allen Ginsberg


  
Understand That This Is a Dream

Nyata  seperti  sebuah  mimpi
Apa yang  akan  aku lakukan  ketika diberi  kesempatan  melayang-layang  seperti ini?
Terbuat  dari  apakah sejatinya  planet ini, bulan ini?
Jika aku mampu  memimpikan   diriku  yang bermimpi/ dan 
memimpikan  sesuatu  yang bisa dimimpikan/
 mampukah aku  memimpikan  diriku  sedang  terjaga/
lalu  mengapa aku  melakukannya?

BEBERAPA SAJAK FEDERICO GARCIA LORCA* YANG SAYA TERJEMAHKAN




SATURDAY  PASEO:  ADELINA

Buah-buah jeruk
Tidak akan  tumbuh di dasar  samudera
Seperti halnya tidak akan  pernah ada
Cinta di Sevilla
Engkau malam sementara aku padang siang
Maka  kumohon pinjami aku perteduhan

Akan aku kenakan  cerminku yang  cemburu
Perasan  lemon dan jeruk limau-- -
Dari noda dosa kata-katamu
Yang seluruhnya berenang-renang
Demi mengelilingi aku

Buah-buah jeruk
Tidak akan  tumbuh di dasar  samudera
Seperti halnya tidak akan  pernah ada
Cinta di Sevilla

Federico Garcia Lorca



BEFORE  THE  DAWN

Tapi seperti cinta juga
Panah-panah  itu
Ternyata  buta

Di malam yang hijau
Oleh tusukan duri
Akhirnya meninggalkan jejak
Hangat dekapan lili

Utuh bulan
Dibelah ungu awan
Dan sarung panah
Diisi bening embun

Ah tapi  serupa cinta
Panah-panah   itu
Terlampau  buta

Federico Garcia Lorca



WEEPING

Menangis
Akhirnya aku turun ke jalan
Grotesque, tanpa kepastian
Membawa serta kesedihan milik
Cyrano  dan Quixote

Menebus

MENERJEMAHKAN BEBAS BEBERAPA SAJAK JAMES JOYCE*



Because  Your Voice Was At  My  Side
Sebab suaramu  di samping aku
Kemudian  aku  memberinya   kesedihan
Sebab  di dalam tanganku,
Telah lama aku meremas  tanganmu

Tak ada kata maupun tanda
Yang  mampu  mengubahnya—
Suaramulah  si  aneh  yang
Menjelma  karibku sekarang

James Joyce


In the Dark Pine-Wood
Di antara  lebat  pohon cemara
Aku ingin kita berbaring
Di dingin kedalaman
Bayangn  sebuah siang

Betapa manisnya membaringkan diri di sana
Manis untuk menciptakan ciuman
Dimana  hutan cemara  tiba-tiba  raib

ciumanmu akan   lebih manis
dengan  ketidakrapian  rambutmu

SAJAK SAJAK EDGAR ALLAN POE* YANG COBA SAYA TERJEMAHKAN



A DREAM  WITHIN A DREAM

Taruhlah kecupanmu di kening
Pisahkan dari dirimu sekarang
Hingga sepenuhnya aku mengakui
Kau tak lagi keliru, menganggap
Hari-hari aku yang begitu mimpi
Keinginan yang jauh melayang


Di malam, di siang
Di harapan, di kehampaan.
Tersebab itukah kepergian?
Seluruh yang kita lihat dan nampak seolah-olah
sebuah mimpi di dalam mimpi

Aku berdiri diantara deru
pangkal—ombak—kesedihanmu
Dan menggenggam diriku sendiri,
Sebagaimana hamparan kekuningan
pasir yang berbiji-biji.
Sedemikian  papanya, mereka merayap
melewati jari-jariku
Sementara aku menangis—aku menangis.
O tuhan, tak dapatkah itu semua aku miliki
dengan sesuatu yang lebih erat dari genggaman?
O tuhan, tak dapatkah salah satu riuh beringas
dari gelombang itu aku simpan?
Apakah yang kita lihat dan nampak memang
sekedar mimpi di dalam mimpi?
[Edgar Allan Poe]




ALONE

Dari jam milik masa kanak dimana aku belum ada
Seperti yang lain: aku belum melihat
Seperti yang orang-orang saksikan; aku tak mampu membawa
kehendak hasratku dari musim semi yang datar ini
Dari  ujung hulu yang sama belum juga aku ambil
Kesedihanku; aku sungguh  tidak mampu membangun
hatiku agar bergembira pada  lirih  bunyi yang sama;
Sebab  dari seluruh yang aku cintai, aku begitu mencintai sendiri
Kemudian dalam  masa kanakku, di sebuah fajar
Lewat  hidup yang maha membadai— sudah tergambar
Setiap dasar kedalaman dari yang sehat dan yang sakit
Rahasia dimana terus menerus aku terjepit.
Dari seluruh aliran air yang mengucur ataupun yang memancur
Dari jurang-jurang diantara rongga pegunungan
Dari matahari yang rutin mengitari aku  untuk menggulirkan  
aroma cahaya  musim gugurnya yang kekuningan
Dari  kilatan-kilatan di langit
Yang seolah mengajak aku terbang
Dari lenguh guruh maupun  pangkal badai
Dari payung  mendung yang kepadaku nyaris sampai
(ketika surga jadi teramat biru)
Iblis  bermukim di sekujur  pandanganku.
[Edgar Allan Poe]




* Edgar Allan Poe:  Penyair, penulis prosa, penyunting dan kritikus sastra Amerika 
kelahiran Massachusset, Boston 19 Januari 1809. Poe meninggal  pada 7 Oktober 1849.