Tampilkan postingan dengan label Catatan keluarga cemara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan keluarga cemara. Tampilkan semua postingan

Ujian (1)

Hari ini, pukul dua nanti, aku ujian proposal, bu. Sudah itu saja sedikit yang pengin kukabarkan padamu--
selamat  ya,  sebab  hari  ini, 11  november  2013  pada  jam  1  siang  tadi  anakmu  lahir  dengan  selamat,  dhec.  Kamu  juga  sehat. Segera  aku  pulang  dong, negok  ponakan.

MALAM-MALAM AYAH

tiap malam ayah saya mencuci dirinya. jam dinding persis di atasnya memberinya deterjen. ayah sudah cukup lama beriman kepada kebersihan, mengabdikan diri kepada yang berbuih. ia tinggalkan dirinya yang tergeletak kesepian.  dirinya ternyata ruang kosong yang tidak mau dihuni. 

: jendela, jendela yang menyamping, pisau di tangannya sudah tidak bisa mengingat waktu. tidak bisa mengingat kapan dirinya lahir untuk mengiris.

keluarga ayah kini putaran kipas angin, televisi yang tidak bisa dikecilkan suaranya, rak piring, dan sebuah penanak nasi elektronik.

Dear, Ayah

hari ini kamu ulang tahun kan? 

saya siang tadi membeli topi yah, semoga pas ya. untuk menutupi kepala kamu yang beruban. untuk membentengi kepala kamu dari cuaca yang panas minta ampun. saya lihat kamu tertidur nyenyak sekali di lantai. jadi tidak tega rasanya membangunkan di jam selarut ini  untuk tiba-tiba memberi kejutan. saya juga sudah menelepon adik kok, mengingatkan, siapa tahu dia lupa hari jadi ayahnya yang paling tampan ini. 

sstttt. kamu tahu, kami begitu mencintaimu kan?, ingat ya, besok tidak boleh cengeng kalau saya peluk. selamat ulang tahun. semoga napas kamu tetap yang paling panjang.




Satu hari yang nyaman untuk memasak

Disana akan ku sediakan tangan yang teduh.
Untuk langit ranum yang menjadi terpal diantara bincang bincang kalian :

-cuma ada kau dan cermin wajah milik kekasihmu-


aku mulai mempersiapkan appetizernya ,
biskuit mentega , jus apel , dan sepasang sedotan yang menjembatani kata kata diantara kerinduan yang selama sepekan menjadi beban.
Aih , kalian bertatap pandang bertukar kedip.
Menyenangkan !


Meja oval ini adalah arena dimana dua hati tak berdaya menyambut hening perjalanan yang setia menjadi batas dari tubuh yang gelisah , dari ingatan yang kian melemah.

Sementara itu aku menghormati kepedulian kalian saat tangan kalian berakrab dalam satu remas , dan pijar cinta di kening kalian makin menjadi.
Ini,
mari !
Bersantap ikan pepes bawal , lalap daun kol , rumpun kemangi dan sambal tomat yang menggoda lidah.Menjerat bibir rekah yang sepekan tak menemu kulum.
Aha ! Desir kalian terangsang . Kesakitan yang terobati.
Lalu menu hidangan kedua adalah rangkaian piring piring penuh aroma pekat lengkuas , jintan , kapulaga.
Hm, kalian bertaruh siapa yang menjadi juara memanjakan perut.
Kau pura pura pingsan agar kekasihmu cemas dan segera merasa kehilangan .
Huuh. . . , aku tertawa tapi kurangkum dalam hati , teringat salah satu plot sinema india.
Kau Jaya Bhaduri dan dan cermin di depanmu Amitabhacan nya .

Semua tawa telah mulai tuntas , hari ingin segera di kemas .
Dalam satu pintu , dalam satu anggukan setuju .


Dan sekarang sambil membersihkan sisa riasan meja ,
aku lekat memandang rangkul kalian dalam langkah yang huyung sempoyongan .
Aneh , aku bisik bisik lagi.
Padahal tak ada menu minuman berakohol petang ini .Aku geleng geleng , menyampirkan kain serbet . Huuf. . .

Jangan jangan cinta lah yang membuat kalian mabuk kali ini .Aku curiga.

Ayaya . . .
Mari bersulang !


( yip , chef de cousine )

Kepada ayah

" segera pulang Yip , nanti kamu kehabisan waktu "

seperti ampuhnya mantra , kata katamu mengubahku jadi katak menghadap ke jelaga.

Ayah ,
jendela ini terlalu pagi untuk membaca takdir,betapa susahnya memprediksi ruas ruas kalender di telapak palmistri.
Seperti anak anak lelaki lain dari ayah yang lain,aku juga berharap galahku mampu menggayuh ranum.Ranum yang aku dan ayah sering igaukan.Ranum yang taman taman pun tak cukup menampung getahnya.

Yah,
yip akan pulang , pulang karena yip merasa telah meninggalkan.
Akan menuju titik kembali lantaran yip dahulu pernah memilih pergi.
Jadi harapan itu katamu adalah menunggu ?

Senyum manis buat Arimbi

Arimbiku terkekeh,

Mewarnai sayap kupu kupu.
Katanya dia jatuh hati.
Hatinya pink,merah muda jambu air.

Kau lihatlah itu,
jemarinya bermain angka :
hatu , hua , higa , hujuh. . .


Dia lari,
mengambil stoples dalam lemari,,

aku pikir dia ingin sekali memberi sebuah pengetahuan baru :


pakdhe ,pakdhe ,ini kolam, didalamnya itu ikan. . . .


Dia bergegas mengambil boneka lumba lumba biru muda : pakdhe , pakdhe , telah kuajari si lumbi agar teratur mandi,kuajari si lumbi agar tak banyak tanya apa ia bernapas dengan insang atau paru paru. . .


Aku di sudut jendela manggut manggut setuju



mbi mbi merekah
gigi kelincinya menggigiti tali sepatu,,aih,hari ini katanya dia adalah kuda troya


aku berdehem,menyetujui gambar dunianya untuk yang kedua


mbi. . .
Mutiara mungil kami
tetap tak kupahami duniamu yang begitu asyik.


Aku mengangguk untuk yang ketiga


kulihat diriku di tiap potong kisah kisah kanakmu



catatan : ADILA MADANIAH ARIMBI nama lengkapnya,,keponakanku yang pertama,,yang april nanti adalah ulang tahun keduanya.

Harapan itu. . .

Sore ini aku terima sms dari kamu dik :

> LHO A', PERSIAPAN UNTUK INI HAMPIR 4 TAHUN KAN,SKRGLAH SAATNYA,AYOLAH A' KATAMU KITA AKAN MEMBUNUH 9 MIMPI BWT MENJAGA KELANGSUNGAN 1 MIMPI? INI MIMPIMU DR DULU KAN? <


Dik,dlm susunan huruf kapital sms mu itu,aku menemukan diriku terkapar bingung .Bingung,karna disaat segala sesuatunya telah kubulattekadkan ,masih saja keraguan itu membikin pikiranku sdikit kacau.Kacau.
Benar kiranya,bahwa harapan akan mimpi menjadi nyata,adalah suplemen yang selama ini membuat tubuhku tahan banting untuk tetap menjaga integritas,ya ,sebuah keinginan masa kecil yg menurut orang lain adalah musykil,naif.

-Aku pengen sekolah lagi-


4 ,malah hampir 5 tahun,ku telan bulat dalam kebungkaman yg tak satupun oranglain tahu segala bara, segala semangat ,efek eksternal yang membuatku tak pernah punya lelah dalam bekerja,ngumpulin uang ( maaf, jika ada yang punya penyakit sensitif keturunan -ternyata uang termasuk elemen vital,kalau ada yg bilang uang tak penting maka orang itu sinting),,apapun aku lakukan.Bangun super pagi,,tidur super larut.

Merelakan badanku dihajar pekerjaan,sampai kadang tidur tanpa bisa berpikir lagi kenikmatan hidup itu ada atau tidak.

Dik,
4 tahun kupendam mimpi itu tak lantas membuatnya terkubur.Tidak dik,,kalau ia terpendam itu cuma masalah menunggu waktu,menantikan momentum datang dengan tepat.Selama 4 taun bagi bibit benih impianku adalah musim kemarau yg sangat lebar,mendebarkan tak jelas kapan semuanya bisa kurangkum rapi. Ya ,ya ,ya. . .
Hakikat bangku adalah menunggu.



Tapi. . .

kini lihatlah dik,,telah kususun berlapis lapis keberanian dalam menyambut intensitas harapan itu.Aku haqul yaqin,aku resah karna berpikir,itu dulu ,tapi sekarang tidak lagi.Karna telah kuperlihatkan kedua tanganku di hadapan langit,dia hadapan bumi.Kata mendiang ibu : Terus maju
terus tanpa menyerah
tak boleh menunduk,
sekalipun kepada doa


dik, hari ini hujan. . . .,lihatlah kecambah kecambah dari embrio harapanku itu,pupus pupus daunya kelihatan sekali warnanya yg hijau sedikit basah.



Lihatlah adik, . .