Tampilkan postingan dengan label Membuka Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Membuka Kutipan. Tampilkan semua postingan

Yang Malas, yang [tak] Berkarya

Seorang penulis, yang terus menunggu waktu paling ideal untuk berkarya, niscaya sampai mati tak akan menorehkan satu kata pun di atas kertas.

-E. B. White-

Buku. Cara Menalar.

teruslah membaca buku-buku, banyak sekali buku, namun ingatlah sebuah buku tetaplah cuma sekadar sebuah buku; perihal pemikiran, kau mesti tetap belajar menggali dari dirimu sendiri

[Maxim Gorky]

Dua Buku. Satu Saku.

Selalu aku masukkan dua buku sekaligus ke dalam sakuku; yang satu kubaca, satu lagi untuk aku tulisi--
[R.L Stevenson]

Dari The Cost of Living

untuk marmut-marmut dan rubah dan apa saja di muka bumi yang terancam dan terteror oleh ras manusia.
-- Arundhati Roy, The Cost of Living.

Dari Luis Sepulveda


Novel ini takkan sampai ke tanganmu, Chico Mendes, sobat terkasih yang irit ucapan dan banyak tindakan,

Mengutip Marquez

-Di  umur  23, sudah  saya  baca  seluruh  buku  yang  saya  butuhkan  untuk  bisa  menulis  bagus -

SEPENGGAL DARI SUBAGYO

Seperti berabad lalu anak Tuhan
sebelum ajalnya di salib berteriak:
"Allah, Allah, mengapa daku
kau telantarkan!" keluh itu

-- Subagyo  Sastrowardoyo, Sajak  yang  Tak  Pernah  Mati
Manusia  mematuhi  perintah-perintah bumi.  Bumi  mematuhi  perintah-perintah  langit.
Langit  mematuhi  perintah-perintah  Tuhan,  dan  Tuhan  mematuhi  perintah-perintahNya  sendiri.

-- dalam buku  Gunung  Jiwa,  Gao  Xingjian

Mengutip sedikit Lorca

''To see you naked is to recall the Earth.''
--Federico  Garcia  Lorca

Tukang Pos


sayangnya, tidak ada tukang pos yang bisa mengirimkan sesuatu dari yang hidup kepada yang sudah mati, atau sebaliknya. padahal aku rakus ingin terus memberi kabar

dalam hati

dalam hati, saya mengiris diri saya agar bisa bersedih,
dalam hati, saya tombak diri saya agar lekas tersungkur.
sedekah bagi penyair ialah membagi kekayaan bathin. dan untuk bisa membagi-bagi,ia mesti kaya terlebih dahulu [kuntowijoyo]